oleh

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Siswa Sekolah Rakyat Sulteng Rasakan Kemandirian di Tengah Penantian Gedung Permanen

-Pemerintah-12 Dilihat
banner 468x60

PALU — Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, program Sekolah Rakyat di Sulawesi Tengah telah berjalan lebih dari satu tahun di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Sekolah Rakyat Terpadu 20 Tadulako Nambaso di Kota Palu telah beroperasi sejak 15 Agustus 2025, sementara Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 22 Sigi mulai berjalan sejak Juli 2025.

Hingga saat ini, kedua sekolah tersebut masih menjalankan proses kegiatan belajar di gedung sementara. Para siswa pun menantikan rampungnya pembangunan gedung permanen agar fasilitas belajar serta kehidupan asrama dapat berlangsung dengan lebih memadai.

banner 336x280

Transformasi Positif dan Kemandirian Siswa

Di balik keterbatasan fasilitas sementara, para siswa dari keluarga kurang mulai merasakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari mereka:

  • Belajar Mandiri: Ramadan Muda (17), siswa SRMA Kelas IPA 2 asal Banggai Kepulauan, mengaku kini terbiasa mencuci pakaiannya sendiri yang sebelumnya selalu dibantu oleh orang tua. Pembatasan gawai juga membuatnya lebih disiplin dan rajin belajar.

  • Meningkatkan Minat Baca: Siswa SRMA Kelas IPA 1 asal Kabupaten Poso, Aira Grasilia Gae (17), mulai membiasakan diri membaca sekitar 10 halaman buku sebelum tidur berkat fasilitas peminjaman buku dari sekolah.

  • Kedisiplinan Ibadah: Baik Ramadhan maupun Aira merasakan perubahan positif di mana mereka kini mulai terbiasa dan berinisiatif sendiri menjalankan shalat lima waktu serta ibadah rutin secara disiplin tanpa harus selalu diingatkan oleh wali asuh.

Selain itu, para siswa mendapatkan pemenuhan kebutuhan harian berupa makan tiga kali sehari, makanan ringan dua kali sehari, serta perlengkapan kebersihan diri yang disediakan melalui fasilitas pemerintah.

Kendala Pasokan Air Bersih di Asrama

Kendati membawa banyak perubahan positif bagi kedisiplinan siswa, mereka masih menghadapi sejumlah persoalan fasilitas asrama, terutama terkait aliran air yang belum merata ke seluruh bagian bangunan:

  • Antrean Mandi: Aliran air yang kerap tidak berfungsi di beberapa koridor, termasuk koridor SMA putra, membuat siswa harus mengantre, menggunakan selang dari saluran air lain, atau bahkan menumpang mandi di area asrama putra lain, musala, hingga kantor BPSDM Provinsi Sulteng.

  • Dampak Aktivitas: Kendala pasokan air ini kerap memperlambat aktivitas siswa hingga terkadang membuat mereka terlambat mengikuti jadwal kegiatan yang telah ditentukan.

  • Perbaikan Bertahap: Meskipun kondisi air dinilai sudah lebih baik dibanding saat pertama kali masuk—di mana air sempat tidak mengalir sampai lantai dua—gangguan pada mesin atau sistem penyaluran masih terjadi sewaktu-waktu.

Para siswa berharap fasilitas sekolah, termasuk distribusi air bersih secara merata dan pembangunan gedung permanen, dapat segera diselesaikan agar kebutuhan mereka di asrama dapat terpenuhi secara optimal.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed